Narasi : Puzzle
Kamu ibarat kepingan puzzle yang tak kunjung aku selesaikan, kepingannya nampak rumit untuk dipasangkan, tetapi itu yang membuatku terus berusaha untuk mencari kepingan lain dalam hidupmu, entah melalui cerita atau bahkan sebatas kata : "lagi apa?"
Semuanya terlihat semu memang, tetapi nampak berkorelasi antara satu konstelasi dengan yang lainnya. Terkadang juga aku lupa untuk memasangkan kepingan itu, tapi senyumanmu selalu mengingatkanku untuk terus berjuang walau hanya sebatas senyuman di foto Whatsapp.
Lalu, aku pasangkan kembali setiap keping yang telah aku ketahui, sedikit mulai nampak apa yang tergambar. Namun, sayangnya kerap kali kepingan itu berantakan kembali, karena kita sering terhambat oleh sesuatu yang tak tentu, entah tak berkabar atau memang malas untuk chattingan.
Sabar, sabar, dan sabar itu kata yang pantas untuk menempel diingatanku, memang semuanya butuh kesabaran untuk menuai hal yang diinginkan. Setelahnya, mulai aku rangkai kembali kepingan puzzle itu, lambat laun mulai nampak kembali gambarannya.
Sialnya, ternyata masih banyak kepingan puzzle yang masih harus aku cari, tapi tak apa ini sebuah proses untuk mendapatkannya, yang terpenting suatu saat aku pasti bisa membentuk puzzle itu dengan sempurna. Pasti bisa.
Penulis : Rio Ananda Andriana


Komentar
Posting Komentar