Narasi : Aksa di ujung senja
Kita duduk di atas bukit sebagai sepasang yang tengah menikmati keindahan cakrawala, sambil ditemani juga dengan sepasang cangkir kopi. Aku tak bisa lagi mengucapkan apa-apa, mulutku seolah rehat sejenak untuk berucap, mungkin mulutku sudah tahu bahwa aku hanya cukup melihat dan menikmati sesuatu yang ada di hadapan dan di sampingku ini.
Kamu tahu? Aku bangga bisa mengenal dan memilikimu, aku bersyukur bisa berdampingan denganmu untuk melihat senja yang mudah untuk datang, tapi kepergiannya sulit untuk dilupakan. Keindahannya pun tak bertahan lama, hanya sebentar, namun penantiannya cukup membutuhkan perjuangan.
Jauh untuk aku menghentikan supaya keindahan senja tidak tenggalam, aku dan kamu hanya bisa melihat dan menikmatinya, tapi satu harapanku semoga kamu tidak seperti senja yang menghilang secepat itu. Aku harap kamu akan terus bersamaku, sampai kelak senja yang kita lihat sudah senja sebagai umur, untuk kita nikmati hari-hari terakhir di rancunya dunia ini.
Penulis : Rio Ananda Andriana

Komentar
Posting Komentar